Setelah sekian lama
kertas ku putih
tangan ini telah kaku
tapi teringin masih
untuk menulis
menulis untukmu
bercerita tentangmu.
Aku malu tersenyum senyum
tersengih teringatkanmu
keliru yang mana satu
aku benci tapi rindu.
Aku ingin menulis
menulis cerita tentang kamu
tapi aku tak tahu
bagaimana mulanya
bagaimana akhirnya
mungkin kerna
kita tidak sedar ia bermula
dan terus berakhir
tanpa kita berkata kata.
Aku tahu
satu hari mungkin esok
wajahmu akan berlalu
disapu lupa.
jika ditanya,
rasanya aku tidak mahu
hilang wajahmu bilaku pejam mata
tapi aku tahu,
aku terpaksa,
melalaikan minda
dengan segala dunia
dari selamanya gila
tersenyum teringat tingkahmu.
No comments:
Post a Comment