http://anakandabonda.blogspot.com/

biarkan aku bercerita
berseronok bermain kata
meluah segala rasa
walau cuma bersuara di dalam dada
diam seribu bahasa
- fd -

Wednesday, April 22, 2020

Save me

Aku melihat kelangit
dengan rasa kosong yang sama
memaksa bibir senyum
mengangkat dagu
mencari cari
kemana hilang
bintang yang terang.

Segala yang ada manis belaka
tapi yang manis semut bergula
Siapa lah aku untuk berkata
pendatang asing tanpa jemputan
sekadar menyelit mencuri rasa

panggil nama ku
bila aku terlalu asyik dalam lenaku
andai aku telah pergi jauh dalam mimpi ku
leka diulit nafsu gelora

panggil nama ku
tika aku sesat dalam tipu hutan belantara
jika aku makin hanyut dalam arus tipu daya
yang tidak ada sudahnya

Terima kasih tidak terhingga
diatas setiap kesudian tuan hamba
Membalas bosan butir kata
Segala tanya bual bicara


Senyum Samar

Teringat dulu
apa yang aku rasa
senyum mu samar
umpama cahaya bulan
dihalangi awan garang
sombong mengintai aku.

Tapi
tahukah kamu
sekali terlihat senyum mu
bagai dirasuk kalbu
apa gilakah aku
kerna terlalu suka
Tertanya pula
apakah bisa
senyum itu
aku yang punya.

Senyum mu yang samar
menceriakan langit gelap
meniup pergi
angin bongkak aku
menghilangkan suram bosan
hati yang bergetar.

Apakah ini yang aku rasa
meminati dalam rahsia
Bagai ingin meneroka segala
kawasan larangan di istana
sudah senyummu digilai
jelingan di mata pula
yang dinda gementar kan.

Bukan aku tiada akal manusia
Tapi jiwa ini degil bersuara
Ingin ketahui segala
ingin memiliki semua
Peduli apa kau sudah berpunya.

Janganlah dibiarkan
hati berbunga keriangan
Andai nanti tersalah tafsiran
selamanya mati kesedihan

Biarlah sepurnama
Biarlah setahun lama nya
Aku kan pergi menyedari diri
sekadar mengintai senyummu
dari jauh sana.
tapi bukan
takkan pernah
menyesali.

080819

Diam dan Debu


Perihal mu bagaimana disitu
Terlalu ingin aku tahu
Tak mengapa usah diberitahu
jika tak mahu diambil tahu
Maafkanku mengganggu.

Biar kan diam seribu
hingga rasa ku mati menjadi debu
Lupakan hati rindu
lama lama kan hilang rasa pilu

Jika dulu diri kaku
melihatmu aku kelu
Moga benci merindu
lupa segala bau
semudah angin lalu
biarkan begitu.

I don't miss you
And neither do you.

220420

Tuesday, March 27, 2018

aku ada

sungguh
aku mengerti
berada di tempatmu
juga
di tempat dia.

aku tahu
bukan aku
yang kau inginkan
tapi aku
yang kau perlukan.

kenapa perlu kau pergi jauh
bila aku di persimpangannya?
lebih dekat
lebih cepat
tiada liku
itu lah satu
janji aku.

katakan saja
ke Johor kita berjimba
ke Penang makan segala
bila dimana,
aku pasti ada.

bilang saja
andai kau mahu aku lempang dia seribu
biar dia tahu
gilanya temanmu.

sebutkan saja
selautan ketum luasnya
sepuluh ekar ganja
segunung rokok pudina
katakan saja
apa dia
aku ada
bersedia
sentiasa.

Dengar sini,
sampai mati
you can count on me.


03:10  110318

Haruman kerinduan

Terbang rama rama terbang
tinggallah si bunga tinggal
tinggalkan bersama aku
bauan mu
untuk ku hidu
melepas rindu..
haruman asyik itu
menusuk kalbu
memenuhi hatiku
menyesakkan dada,
apa lagi
yang aku ada
itu saja.

Berhenti
berhenti lah sang angin
meniup jauh
membawa pergi
bauan itu
hentikan
hentikan peredaran
hentikan darah ini berjalan.

Biarkan
yang tertinggal itu
kerinduan ku
haruman mu.

Wednesday, August 23, 2017

Bukan Sebuah Lagu

berhenti menangis sayang
aku baik sahaja.

aku masih bernafas
selancarnya
masih
berdetik nyawa.

aku tidak menulis lagu
mencipta irama indah
buat apa
bukannya kamu
memberi inspirasi.

aku mahu kau tahu
hati ini kaku
sudah layu
sayang aku padamu.

jadi ini saja
yang aku ada
bukan coretan
hanya contengan.

kita masih punya masa
masih punya pilihan
segala pilihan
tapi masih
kau biarkan aku
jatuh perlahan.

dan bila kau tanya
adakah aku akan masih
berdiri di sini
jangan sayang
aku tak mampu
menjawab persoalanmu.

Friday, June 16, 2017

Pendosa

aku dan kau
adalah seseorang
yang bukan sesiapa.

aku dan kau
karya syurga
tapi kita
ahli neraka
yang pasti
kita ini pendosa.

kita
mudahnya bertanya
sering meminta minta
merungut pada rezeki
hanya leka
tanpa usaha.

kesempatan itu
sering tiada
asyik itu saja
alasannya.

Dia menunggu
mendengar dan menerima
kotornya hati
jijiknya diri
sang manusia
ciptaanNya sendiri.

Selama ini
kemana pergi nya kita
pada waktu yang terbazir
sang hamba yang disayangi
oleh Dia yang merindui.

apa lagi
yang aku mahu pada diri
apa lagi
yang dapat puaskan hati.

Memang,
kita ini pendosa.